Jakarta – Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menggelar Lomba Karya Ilmiah Nasional Bidang Sumber Daya Air ke-18 untuk tingkat SMA/SMK se-Indonesia. Dengan tema besar “Lestarikan Air”, kompetisi ini mengajak generasi muda untuk turut serta dalam upaya pelestarian dan pengelolaan air di Indonesia melalui karya ilmiah yang aplikatif dan solutif.
Lomba ini terbuka bagi seluruh pelajar tingkat menengah atas, baik dari sekolah umum maupun kejuruan, dari seluruh pelosok tanah air. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kesadaran kebangsaan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya sumber daya air (SDA) bagi kehidupan dan pembangunan berkelanjutan.
Tema dan Subtema: Solusi dari Anak Muda untuk Negeri
Mengangkat tema “Lestarikan Air”, lomba ini memiliki empat subtema yang menggambarkan pendekatan berbeda dalam pelestarian air:
-
Inovasi Pengelolaan SDA yang Efektif
Subtema ini mencakup berbagai teknologi atau pendekatan baru seperti irigasi hemat air, teknologi pemanenan air hujan, dan metode pengolahan air kotor agar bisa digunakan kembali. Pelajar didorong untuk berpikir kreatif dan menciptakan gagasan teknologi yang tepat guna dan efisien. Makalah untuk subtema ini dijilid dengan sampul berwarna biru. -
Membangun Budaya Hemat Air
Fokus pada kearifan lokal dan kebiasaan sehari-hari yang bisa membantu menghemat air, terutama dalam skala rumah tangga dan komunitas. Karya-karya dalam subtema ini berupaya membangun gaya hidup baru yang sadar air. Sampul makalahnya menggunakan warna kuning. -
Konservasi Alam, Lestarikan Air
Menitikberatkan pada strategi pengelolaan lingkungan yang mendukung kelestarian air, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Ide-ide yang diajukan bisa berupa tata kelola ruang hijau, konservasi hutan lindung, atau desain kawasan ramah air. Warna sampul untuk subtema ini adalah merah. -
Partisipasi dan Edukasi dalam Pengelolaan SDA
Mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga sumber daya air, termasuk edukasi publik dan gerakan komunitas. Subtema ini mengangkat nilai-nilai kolaboratif serta pentingnya peran individu dalam konservasi air. Warna hijau menjadi identitas sampul makalah untuk subtema ini.
Masing-masing subtema tidak hanya memberikan ruang eksplorasi ide tetapi juga membentuk kerangka berpikir sistematis bagi peserta tentang bagaimana isu air dapat ditangani dari berbagai sudut pandang.
Format dan Ketentuan Penulisan Makalah
Untuk menjaga standar dan keseragaman karya, panitia menetapkan tata cara penulisan makalah yang wajib diikuti peserta. Di antaranya:
-
Makalah harus dijilid menggunakan soft cover sesuai warna subtema.
-
Mengikuti struktur ilmiah: mulai dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, landasan teori, metode, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka.
-
Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
-
Tidak mengandung unsur plagiarisme dan harus merupakan karya orisinal peserta.
-
Menggunakan font dan margin tertentu sesuai dengan panduan teknis.
Panduan lengkap penulisan bisa diakses melalui laman resmi lomba Klik DISINI
Wadah Edukasi Wawasan Kebangsaan
Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga menjadi sarana peningkatan wawasan kebangsaan para pelajar. Isu air tak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut kedaulatan, keadilan sosial, serta keberlanjutan bangsa.
Melalui pendekatan ilmiah, pelajar dilatih untuk berpikir kritis dan menyusun gagasan berdasarkan data, bukan sekadar opini. Hal ini penting untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesadaran nasional.
Akses Informasi dan Cara Pendaftaran
Pendaftaran lomba dilakukan secara daring dan peserta dapat mengakses informasi selengkapnya di laman resmi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air:
👉 bit.ly/lki2025
Untuk informasi lebih lanjut, peserta juga bisa menghubungi panitia melalui email resmi di:
📩 lki.binteksda@gmail.com
Laman tersebut menyediakan segala informasi penting mulai dari tata cara pendaftaran, pedoman penulisan, hingga contoh karya ilmiah sebelumnya yang dapat menjadi referensi peserta.
Dengan terselenggaranya Lomba Karya Ilmiah Bidang Sumber Daya Air ke-18 ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya mencintai ilmu, tetapi juga mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungan sekitarnya.
Pemerintah tentu berharap ke depan lebih banyak sekolah yang aktif mengikuti kegiatan seperti ini agar semangat ilmiah dan kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak dini.


























Responses