CINULU.com – Menyambut peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2025, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) akan menggelar diskusi publik bertema pendidikan tinggi Indonesia yang berdampak dan berdaya saing global.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam semangat kampanye #KolaborasiBerdampak, sebagai ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi—pemerintah, dosen, dan mahasiswa—untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun masa depan bangsa.
Dengan mengusung tagline “Think Globally, Act Locally” atau “Berpikir secara global, bertindak secara lokal”, diskusi ini bertujuan untuk menggugah kesadaran bersama akan pentingnya kolaborasi strategis demi menjadikan pendidikan tinggi Indonesia setara dengan negara-negara maju.
Diskusi Live Bersama Tokoh Inspiratif Pendidikan
Diskusi akan digelar secara live di akun Instagram @kampusmerdeka.ri pada:
-
📅 Tanggal: 20 Mei 2025
-
⏰ Waktu: 14.30 – 15.30 WIB
-
📍 Platform: Instagram Live
Tiga narasumber akan hadir untuk membagikan pandangan dan pengalaman mereka, yakni:
-
Berry Juliandi, Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Diktiristek
-
Ira Mirawati, Dosen Universitas Padjadjaran
-
Najwa Nur Awalia, Juara 2 Mahasiswa Berprestasi Nasional (Mapres) 2024
Ketiganya akan berdiskusi seputar tantangan dan peluang yang dihadapi pendidikan tinggi Indonesia saat ini, serta bagaimana langkah nyata bisa dilakukan oleh semua pihak untuk meningkatkan kualitas dan dampaknya.
Topik Strategis: Dikti yang Naik Kelas dan Mendunia
Dalam sesi berdurasi satu jam ini, para pembicara akan membahas sejumlah topik penting, antara lain:
-
Bagaimana pendidikan tinggi Indonesia bisa “naik kelas” dan menyaingi sistem pendidikan dari negara-negara maju.
-
Peran kunci dari pemerintah, tenaga pengajar, dan mahasiswa dalam mendukung terciptanya pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
-
Langkah konkret agar nama pendidikan Indonesia lebih dikenal di tingkat internasional, baik melalui kolaborasi global, riset bersama, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Diskusi ini menjadi wadah refleksi sekaligus pergerakan menuju #DiktiSaintekBerdampak, istilah yang digunakan untuk menggambarkan pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi yang mampu memberi pengaruh luas secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Pendidikan sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa
Momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi saat yang tepat untuk menekankan kembali bahwa pendidikan adalah pondasi utama kemajuan bangsa. Sejalan dengan nilai-nilai historis 20 Mei sebagai titik awal kebangkitan nasional Indonesia, diskusi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen kolektif untuk menjadikan pendidikan sebagai instrumen transformasi sosial.
Sebagai informasi, Hari Kebangkitan Nasional pertama kali diperingati untuk mengenang berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908, yang menjadi tonggak kesadaran kolektif bangsa Indonesia untuk bersatu dan maju melalui pendidikan dan perjuangan intelektual.
Kini, lebih dari satu abad kemudian, semangat tersebut tetap relevan—khususnya dalam menghadapi tantangan era globalisasi, digitalisasi, dan revolusi industri yang menuntut sistem pendidikan untuk terus berinovasi dan beradaptasi.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2025 menjadi momen penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat arah pendidikan tinggi Indonesia. Melalui diskusi publik yang digelar secara live oleh Ditjen Diktiristek, masyarakat diharapkan terinspirasi untuk terus mendukung dan berperan dalam memajukan pendidikan tinggi yang unggul dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Jangan lewatkan diskusi inspiratif ini di Instagram @kampusmerdeka.ri pada 20 Mei 2025 pukul 14.30 WIB. Mari bergerak bersama untuk pendidikan Indonesia yang berdampak dan mendunia!


























Responses
Selamat hari kebangkitan nasional!