Cinulu.com – Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, secara resmi membuka kesempatan bagi perguruan tinggi untuk mengajukan proposal Program Bantuan Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Berbasis Proyek.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk mendorong implementasi MKWK (Mata Kuliah Wajib Kurikulum Pendidikan Tinggi) yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tidak hanya itu, program ini juga bertujuan untuk membangun model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mampu memperkuat karakter mahasiswa berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Dorong Pembelajaran Kontekstual dan Berdampak Nyata
Model pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan pedagogis yang mengajak mahasiswa untuk belajar melalui pengerjaan proyek nyata. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teoretis mahasiswa, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, kreativitas, dan pemecahan masalah secara kolaboratif.
Melalui program bantuan ini, Ditjen Dikti ingin memastikan bahwa pengembangan MKWK tidak sekadar menjadi formalitas kurikulum, melainkan mampu menjembatani nilai-nilai Pancasila dengan kebutuhan nyata masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Kampus Merdeka yang memberikan ruang lebih besar pada pengembangan karakter, nilai-nilai kebangsaan, serta kontribusi sosial mahasiswa.
Unduh Panduan Proposal di Situs Resmi
Bagi perguruan tinggi yang berminat mengikuti program ini, panduan penyusunan proposal dapat diunduh melalui laman resmi Direktorat Jenderal Diktiristek di alamat kemdikti-saintek.go.id atau melalui tautan pendek berikut: bit.ly/PanduanBantuanMKWK2025.
Panduan tersebut mencakup ketentuan teknis pengajuan proposal, kriteria penilaian, serta mekanisme pelaksanaan bantuan yang ditawarkan. Penting bagi setiap calon pengusul untuk mempelajari panduan ini secara menyeluruh agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
Wajib Ikut Sosialisasi Daring 23 Mei 2025
Sebagai bagian dari rangkaian penerimaan proposal, Ditjen Dikti mewajibkan seluruh perguruan tinggi yang akan mengajukan usulan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi daring yang dijadwalkan pada:
Hari/Tanggal: Jumat, 23 Mei 2025
Waktu: Pukul 13.30 – 16.30 WIB
Media: Online (platform akan diinformasikan setelah registrasi)
Sosialisasi ini penting untuk memahami arah kebijakan, ruang lingkup bantuan, serta mekanisme seleksi proposal. Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi juga dapat menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada penyelenggara program.
Untuk melakukan registrasi dan mendapatkan informasi lengkap terkait sosialisasi, peserta dapat mengakses tautan berikut: bit.ly/SosialisasiBantuanMKWK2025
Tentang MKWK
Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) merupakan komponen kurikulum pendidikan tinggi yang ditetapkan secara nasional, dan wajib ada di setiap perguruan tinggi. Biasanya, MKWK mencakup mata kuliah seperti Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Agama, dan Bahasa Indonesia. Keberadaan MKWK bertujuan untuk menanamkan karakter kebangsaan dan identitas nasional kepada mahasiswa.
Melalui program bantuan berbasis proyek ini, MKWK diharapkan tidak hanya disampaikan melalui ceramah atau diskusi kelas, tetapi juga melalui aktivitas proyek yang berdampak pada masyarakat sekitar.
Kesimpulan
Program Bantuan Pengembangan Model Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek dari Ditjen Dikti menjadi kesempatan strategis bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran karakter yang berbasis nilai-nilai Pancasila. Melalui pendekatan berbasis proyek, MKWK dapat menjadi instrumen nyata dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Perguruan tinggi yang berminat diharapkan segera mengakses panduan proposal dan mendaftar dalam sosialisasi resmi guna memastikan partisipasi aktif dalam program ini.
Sumber: @belmawa.dikti

























Responses