Presiden Prabowo Luncurkan Program Sekolah Rakyat: 200 Sekolah Berasrama untuk Anak Kurang Mampu Dibangun Tahun Ini

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya melihat pembangunan bangsa sebagai proses jangka panjang. Ia menegaskan bahwa tidak ada transformasi besar yang bisa dilakukan dalam lima atau sepuluh tahun saja.

CINULU.com – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberantasan kemiskinan melalui pendekatan jangka panjang di sektor pendidikan. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung pada 21 Maret 2025, Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan dimulainya Program Sekolah Rakyat, yaitu pembangunan 200 sekolah berasrama yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Langkah Strategis Pemerintah untuk Pendidikan Inklusif

Program Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pembangunan sekolah, tetapi sebuah langkah strategis untuk memberdayakan keluarga miskin melalui pendidikan. Setiap sekolah nantinya akan menampung sekitar seribu siswa, mencakup jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa program ini akan menyasar wilayah-wilayah kantong kemiskinan, serta bertujuan untuk menghentikan siklus kemiskinan antar generasi.

“Kalau orang tuanya pemulung, anaknya tidak boleh ikut jadi pemulung. Kita harus beri mereka kesempatan untuk hidup lebih baik,” ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato di hadapan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

Target 200 Sekolah Per Tahun, 1 Sekolah di Setiap Kabupaten

Pemerintah menargetkan pembangunan 200 sekolah rakyat setiap tahun. Dengan ritme pembangunan tersebut, dalam kurun waktu lima tahun ke depan, diharapkan setiap kabupaten di Indonesia akan memiliki minimal satu sekolah rakyat, terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi.

Presiden Prabowo optimis bahwa target ini dapat tercapai dengan kerja sama dan dukungan seluruh elemen pemerintahan.

“Saya yakin, jika kita bersatu, ini bukan hal yang mustahil. Ini adalah bagian dari misi besar bangsa kita,” tambahnya.

53 Sekolah Pertama Diresmikan dalam Tiga Bulan ke Depan

Dalam rangka mempercepat pelaksanaan program, pemerintah menargetkan 53 sekolah pertama dapat diresmikan dalam tiga bulan mendatang. Presiden mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial telah memiliki sejumlah gedung yang siap direnovasi sebagai lokasi awal pelaksanaan program.

Sementara itu, 147 sekolah lainnya akan menyusul segera, mengikuti proses pembangunan dan penyesuaian infrastruktur yang dibutuhkan.

Kolaborasi Lintas Kementerian untuk Keberhasilan Program

Untuk memastikan keberhasilan Program Sekolah Rakyat, Presiden menugaskan tiga kementerian utama, yakni:

  • Kementerian Sosial, sebagai pemilik data wilayah miskin dan fasilitas potensial.

  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk menyusun kurikulum dan standar pengajaran.

  • Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, untuk memastikan integrasi program dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional.

Presiden menekankan bahwa sinergi antar instansi pemerintah merupakan kunci untuk mewujudkan tujuan besar program ini, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan yang merata dan berkualitas.

Pendidikan Gratis dan Berasrama: Solusi untuk Anak Prasejahtera

Program Sekolah Rakyat mengusung konsep pendidikan gratis dan berbasis asrama (boarding school). Dengan model ini, siswa akan tinggal dan belajar dalam lingkungan yang terintegrasi, yang memfasilitasi tidak hanya pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup.

Catatan: Sekolah berasrama atau boarding school adalah sistem pendidikan di mana siswa tinggal di lingkungan sekolah, biasanya dengan pengawasan dan pembinaan menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun moral.

Harapannya, lulusan Sekolah Rakyat akan menjadi generasi baru yang mandiri, cerdas, berkarakter, dan mampu mengangkat kondisi ekonomi keluarganya.

Bangun Bangsa Melalui Pendidikan, Lanjutkan Perjuangan Sejak 1945

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya melihat pembangunan bangsa sebagai proses jangka panjang. Ia menegaskan bahwa tidak ada transformasi besar yang bisa dilakukan dalam lima atau sepuluh tahun saja.

“Kita harus belajar dari sejarah. Perjuangan kita bukan dimulai hari ini, tapi sejak 1945. Ini adalah kerja panjang yang harus diteruskan dengan tekad dan gotong royong,” ujarnya.

Presiden menutup pidatonya dengan seruan untuk bersatu dan bekerja demi rakyat, mengedepankan semangat musyawarah dalam menghadapi tantangan pembangunan bangsa.

Sekolah Rakyat, Harapan Baru untuk Generasi Miskin

Dengan digulirkannya Program Sekolah Rakyat, pemerintah membuka jalan baru bagi anak-anak kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa biaya, sekaligus membuka kesempatan bagi mereka untuk menjadi agen perubahan bagi keluarganya.

Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret dalam menciptakan pemerataan pendidikan dan pengentasan kemiskinan struktural, terutama di daerah-daerah tertinggal.

Sumber: Kemensos

Responses

Cinulu adalah platform terbuka bagi para pelajar untuk berbagi karya melalui tulisan dalam bentuk artikel, opini, sampai dengan rekomendasi buku. Kamu juga bisa menulis disini dengan cara bergabung sebagai anggota di website ini. Gratis!

Bagikan post ini!

Buku